Minggu, 19 Desember 2010

Karya Tulis Perjalanan Ke Pulau Dewata

KATA PENGANTAR



Puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena telah di limpahahkanya segala Rahmad, Taufik, dan Hidayah NYA sehingga kami dapat menyelesaikan “TUGAS LAPORAN KARYA WISATA KE PULAU BALI” ini dengan tepat waktu.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa pembuatan “TUGAS LAPORAN KARYA WISATA KE PULAU BALI” ini masih jauh dari sempurna, akan tetapi kami berharap semoga tugas ini dapat bermanfaat bagi kita, khususnya bagi para pembaca pada umumnya, serta tidak lupa kami selaku penyusun mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kata dan kalimat yang kurang berkenan di dalam pembuatan Tugas ini.




Kediri, Januari 2010



Penyusun






STUDY TOUR KE PULAU BALI

Hari pertama selasa,05 Januari 2010

Pada hari pertama mulai berangkat dari Kediri, jawa timur menuju ke pulau Bali diperluka waktu kurang lebih satu hari. Sebelum berangkat, kami rombongan tim study tour SPIDELA Kediri menundukkan kepala sejenak untuk berdo’a semoga di dalam perjalan berangkat kami semua di berikan kesehatan , dan tidak ada halangan dan kendala apapun.
Setelah selesai berdoa, kami bergegas menuju bus masing-masing untuk menata tempat duduk. Setelah selesai menata tempat duduk, kami pun berangkat menuju pulau Bali dengan via Kertosono-Mojokerto-Gempol-Pasuruhan-Probolinggo-Besuki. Sesampainya di tengah-tengah kota Besuki, kamipun istirahat sejenak di sebuah tempat peristirahatan untuk makan dan sholat.
Sekitar pukul 20.30 malam setelah istirahat, kamipun melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Ketapang via Besuki-Situbondo-Asembagus-Alasbaluran-Banyuwangi. Sesampainya di pelabuhan Ketapang pada sekitar pukul 24.00 malam. Kamipun akhirnya menyeberang dari pelabuhan ketapang Banyuwangi menuju ke pelabuhan Gilimanuk Bali. Kamipun sampai di pulau Bali sekitar pukul 02.00 WITA dinihari

Hari kedua rabu,06 Januari 2010

Perjalanan kami lanjutkan menuju Tanah Lot. Tanah Lot, yaitu suatu tempat pemujaan umat hindu di Bali ( pura ) yang tempatnya berada di tengah laut. Sehingga jika umat hindu di Bali ingin bersembahyang, mereka harus menyebrang ke laut. Sebelum sampai di Tanah Lot, kami singgah sejenak di Masjid Tabanan Bali untuk sholat subuh. Setelah sholat subuh, kami melanjutkan perjalanan menuju Tanah Lot. Kamipun sampai di tanah lot sekitar pukul 07.00-08.00 WITA.
Pada pukul 08.30 pagi, kami meninggalkan tanah lot dan kamipun menuju suatu hotel di bali, yaitu hotel MADE BALI. Untuk check in,mandi,dan makan pagi (sarapan). Setelah mandi,chech in dan sarapan, kamipun bergegas menuju suatu obyek wisata di Bali , yaitu tanjung BENOA. Di tanjung BENOA ini, terdapat banyak sekali wahana permainan air seperti paracelling,banana boat, speedboad, dan masih banyak lagi.
Disana, banyak anak-anak yang tidak mencoba berbagai wahana air tersebut, karena tarifnya relatif mahal, sehingga anak-anak hanya melihat dan berjalan-jalan saja di pinggir pantai termasuk saya. Setelah asyik bemain main, kami mengakhiri kunjungan ke Tanjung Benoa dengan makan siang. Pada sekitar pukul 15.00 WITA, kami beranjak meninggalkan kawasan Tanjung Benoa dan menuju ke kawasan PUJA MANDALA, yaitu tempat pemujaan semua agama yang di akui di Indonesia dari agama Islam,Kristen,Katholik,Hindu,dan Budha. Di tempat itu, semua umat melakukan ibadah dengan keyakinanya masing-masing. Disana, kami melakukan ibadah sholat Dzuhur dan Asyar.
Setelah selesai sholat di kawasan PUJA MANDALA, kami melanjutkan perjalanan menuju PURE ULU WATU. Disana kita dapat bercengkrama langsung dengan nenek moyang kita (monyet) yang sangat lucu-lucu.
Disana, kita juga dapat melihat hamparan ombak dan lautan yang sangat luas yang membiru.
Bagaikan tidak pernah di sentuh oleh tangan-tangan manusia. Kami dapat melihat lautan tersbut dari atas tebing. Setelah selesai bermain-main dengan monyet, kami melanjutkan perjalanan menuju GWK ( Garuda Wisnu Kencana ). Disana kita dapat melihat dari dekat patung Dewa Wisnu yang begitu besar,megah,dan indah. Patung dewa wisnu yang sedang menunggan burung garuda yang direncanakan patung ini adalah patung tertinggi di dunia. Kamipun berfoto-foto di bawah patung tersebut.
Setelah asyik berfoto-foto, kami disuguhi oleh tarian-tarian khas Bali yang di selengarakan di gedung pertunjukan GWK.
Kami belum sempat melihat tarian-tarian tersebut, tiba-tiba hujan yang begitu deras datang dan mengguyur kawasan GWK, sehingga semua penonton pun berhamburan keluar menuju pintu keluar. Ketika sampai di depan pintu keluar, ternyata disana antrean panjang menanti, sehingga kami semua berdesak-desakan hingga akhirnya petugas pintu keluar membuka total pintu tersebut.
Setelah sampai di dalam bus masing-masing, kami bergegas meninggalkan kawasan GWK dan berjalan menuju hotel utuk istirahat,sholat,dan makan malam. Dalam perjalanan menuju hotel, kami berhenti sejenak untuk membeli oleh-oleh khas pulau Bali. Kami berhenti di sebuah pusat oleh-oleh yang tempatnya sangat luas. Tokonya bernama “KARANG KURNIA”. Disana terdapat banyak bermacam oleh-oleh mulai dari makanan khas sampai baju, dan masih banyak lagi. Setelah puas belanja oleh-oleh, kami melajutkan perjalanan menuju hotel.

Hari ketiga kamis, 07 Januari 2010

Pada sekitar pukul 05.00-07.00 WITA, kami bersiap-siap untuk kunjungan hari kedua di pulau Dewata Bali. Kami mengawali kunjungan pertama kami menuju pasar seni SUKOWATI, yaitu central kerajinan seni yang ada di Bali. Disana terdapat berbagai mcam karya seni yang di perjual belikan sebagai oleh-oleh khas Bali. Mulai dari lukisan,baju,ukir-ukiran dan benda-benda seni lainya masih banyak lagi. Setelah puas berbelanja, kami bergegas menuju pusat oleh-oleh yang bernama “KACANG CAHAYU” untuk sholat Dzuhur dan asar sekalian. Sekaligus untuk makan siang.
Kamipun melanjutkan perjalanan menuju pantai SANUR. Disana kami dapat menikmati satu-satunya pantai yang memiliki pasir dwi warna dan juga museum LEE MAYOR yang terkenal dengan lukisan NI POLOK.
Setelah asyik bermain sambil berfoto-foto, kami pun akhirnya melanjutkan perjalanan menuju museum ternama di Bali yang bernama museum BAJRASANDI yang ada di kota Denpasar.
Disana kita semua dapat melihat kehidupan masyarakat Bali pada tempo doeloe. Ada berbagai macam karya seni yang di pajang disana mulai dari luksan sampai dengan miniatur kehidupan masyarakat pulau Dewata Bali dari zaman dulu sampai sekarang. Cuaca pun tidak mendukung pada akhirnya hujan gerimis datang. Kamipun bergegas meninggalkan museum Bajrasandi dan bergerak menuju pantai KUTA.
Pantai Kuta ini adalah satu dari sekian banyak pantai yang ada di pulau Bali yang paling di gemari oleh para turis mancanegara, karena ombaknya yang sangat tepat untuk bermain selancar dan untuk berjemur.Perjalanan menuju pantai Kuta, kami diantar oleh shuttle bus, karena jika perjalanan di lanjutkan dengan naik bus dilarang, karena dapat mengakibatkan suatu kemacetan. Sehingga kami diantar oleh bus kecil. Dalam perjalanan, kami bertemu para turis mancanegara yang sedang berlibur di Indonesia. Sesampainya di pantai tujuan, kami di sambut oleh pemandangan yang sangat menyenangkan, yaitu suatu ombak yang sangat indah dan pemandangan pantai yang menakjupkan. Disanapun banyak sekali turis-turis dari luar maupun dalam negri. Tetapi kebanyakan turis luar negrilah yang berlibur ke pulau Bali karena mereka penasaran dengan keindahan pulau Dewata tersebut. Disana anak-anak yang membawa baju ganti diperbolehkan untuk bermain air. Karena cuaca sedang mendung, kami pun akhirnya tidak dapat melihat sunset ( matahari terbenam). Kamipun bergegas untuk pulang menuju hotel untuk istirahat, sholat, dan makan malam. Setelah selesai mandi, sholat, dan makan, para panitia atau guru-guru pendamping memberikan kami hiburan, yaitu berupa karaokean bareng. Anak-anak pun berjoget hingga larut malam hingga diakhirinya acara tersebut pada sekitar pukul 22.00 WITA. Setelah asyik berjoget, kamipun kembali beristirahat menuju kamar kami masing-masing untuk menyiapkan stamina agar besok pagi dalam perjalanan pulang kami tetap sehat dan fit.

Hari keempat jum’at,08 Januari 2010

Hari ketiga, pada pagi-pagi sekali kami berkemas-kemas untuk check out dari Hotel MADE BALI. Setelah selesai berkemas-kemas kami memasukkan barang-barang bawaan kami ke dalam bus masing-masing. Sebelum berangkat kami sarapan pagi bersama-sama. Setelah Selesai sarapan, kami pergi meninggalkan hotel sekitar pukul 07.30 WITA. Kami berjalan menuju gedung pertunjukan BARONG DANDCE.
Tarian barong menggambarkan peraturan antara “kebajikan” melawan “kebatilan”. Barong adalah makhluk mithologi melukiskan “kebajikan” sedangkan Rangda adalah yang maha dahsyat menggambarkan “kebatilan”.
Setelah asyik menonton pertunjukan khas pulau Dewata Bali sekitar pukul 09.00-10.30 WITA kami pergi meninggalkan gedung pertunjukan tersebut yang berada di Celuk – Sukawati, Gianyar dan menuju pusat oleh-oleh khas pulau Bali, yaitu JOGER disana terdapat sovenir-sovenir cantik yang berupa baju,mainan-mainan,tas cantik,sendal,sepatu dan masih banyak lagi. Yang tidak ada di sana hanyalah makanan khas Bali.
Setelah puas belanja, kami melanjutkan perjalanan menuju pantai terakhir yang kami singgahi,yaitu pantai LOVINA. Pantai tersebut teletak di sebelah utara pulau Bali. Katanya pada sore hari terdapat ikan lumba-lumba yang berenang dengan bebasnya. Disana kami duduk santai di pinggiran pantai ada juga yang berjalan-jalan, ada juga yang berfoto-foto. Di depan pintu masuknya terdapat suatu tugu atau icon dari pantai LOVINA tersebut berupa dua ikan lumba-lumba.
Kamipun beanjak dari pantai tersebut. Kami melanjutkan perjalanan menuju suatu danau di Bali yaitu danau Bedugul. Disana kami istirahat sejenak sembari makan siang sambil belanja oleh-oleh terakhir kalinya. Danau disana sangat luas dan udaranya sangat sejuk pemandanganya pun sangat indah. Sayangnya pada saat kami sampai disana, hujan deras turun sehingga kami tidak dapat bermain permainan yang ada di sana.
Setelah selesai makan siang, kami melanjutkan perjalanan pulang menuju pelabuhan Gilimanuk Bali. Dalam perjalanan, kami menemui tikungan-tikungan tajam. Perjalanan kami melalui hutan yang tidak terlalu lebat. Di dalam hutan terdapat banyak kera-kera yang sangat lucu. Mereka menanti makanan yang di lampar dari dalam jendela bus atau mobil-mobil pengunjung yang lewat di hadapan mereka. Perjalana terus kami lanjutkan hingga menuju pelabuhan Gilimanuk. Kami sampai di area pelabuhan pada sekitar pukul 19.30 WITA. Kami mulai menyebrang pada pukul 20.00 WITA. Karena kami tertinggal oleh kapal yang akan kami naiki tersebut. Akhirnya ada kapal lagi yang datang untuk menyebrang kamipun ikut dalam kapal tersebut.
Kami pun akhirnya sampai di pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada sekitar pukul 21.00 WIB. Kami langsung menuju rumah makan dekat dengan pelabuhan tersebut untuk makan malam sekaligus untuk sholat. Setelah kenyang dan selesai sholat, kami melanjutkan perjalanan pulang menuju kota Kediri.

Hari kelima sabtu,09 Januari 2010

Sampai ditengah-tengah perjalanan, kami melalui PLTU ( Pembangkit Listrik Tenaga Uap )
PAITON pada malam hari sekitar pukul 02.00 dinihari. Suasananya sangat indah sekali. Kami pun yang melihat tidak mau rugi. Walau pun pada dini hari kami langsung mengambil kamera yang ada pada phonsel kami untik memotretnya sebagai kenang-kenangan. Perjalanan tetap kami lanjutkan. Hingga pada sekitar pukul 05.00 WIB kami berhenti sejenak untuk menunaikan sholat shubuh di masjid di daerah Mojokerto JaTim. Setelah selesai sholat subuh. Kami terus berjalan menuju kota Kediri. Akhirnya kami sampai di kota Kediri pada sekitar pukul 07.00 WIB dengan di sambut gembira oleh para penjemput kami. “Alhamdullilah hiriobill alamin” ucapan syukur kami panjatkan karena kami telah sampai rumah dengan keadaan selamat dan dengan membawa oleh-oleh yang sangat berkesan bagi keluarga.


Oooo O oooO

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar